Anggota Pramuka Diminta Jadi Pioneer Disiplin

BANJARNEGARA – Anggota Pramuka diminta menjadi pioneer disiplin dimanapun kesempatan itu dan dimanapun berada. Sebab menurut Bapak Pandu Dunia Lord Baden Powell, Masyarakat yang berdisiplin baik itulah, masyarakat yang bahagia. Karena itu Disiplin hendaknya menjadi ruh dari setiap pemikiran, perkataan dan perbuatan, sebagai wujud karakter khas setiap Pramuka Jawa Tengah. Demikian disampaikan Wabup Drs. Hadi Supeno, M. Si., Kamis (01/09) saat menjadi Pembina upacara Pemberangkatan Pasukan Inti Estafet Tunas Kelapa 2016 di Balai Desa Piasa Wetan, Susukan.

“Jadikan generasi muda pramuka manusia berkarakter, cinta Pancasila, cinta bangsa, dan cinta tanah air” katanya.
Hadi menambahkan, gerakan pramuka salah satu media yang diharapkan oleh Presiden Pertama RI Ir. Soekarno sebagai sarana pembentuk karakter bangsa. Karena itu dalam pesannya saat Musyawarah Pimpinan Eksekutif Gerakan Pramuka di Jakarta pada tanggal 7 Agustus 1963 dirinya minta kepada Pengurus Pramuka untuk dapat mengembangkan gerakan pramuka ini hingga ke seluruh negeri.
“Berusahalah sehebat hebatnya untuk untuk mengembangkan dan meluaskan gerakan kita, agar sampai suatu ketika, setiap anak dan pemuda serta pemudi kita, baik yang mahasiswa di kota maupun penggembala kerbau di desa, dengan rasa bangga dan terhormat dapat menyatakan Aku Pramuka Indonesia dapat terwujud” katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, dirinya menyambut baik pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa Kwarda Jateng yang ke 33. Dimana kegiatan tersebut merupakan cirri khas Pramuka Kwarda Jateng sebagai upaya nguri-nguri dan menanamkan nilai kepahlawanan para penjuang kemerdekaan Indonesia. Maka dirinya minta kepada semua anggota ETK untuk dapat melaksanakannya dengan segenap hati.
“Laksanakan ETK dengan segenap jiwa dan raga dalam rangka untuk memperkuat rasa kebangsaan, merawat solidaritas dan persaudaraan anggota Pramuka dan masyarakat, serta mewujudkan pembangunan Jawa Tengah” katanya.
KaKwarcab Pramuka Banjarnegara, Drs. Setiawan, M. Hum., mengatakan ETK diselenggarakan dengan maksud dan tujuan untuk memasyarakat gerakan pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda, meningkatkan ketaqwaan, semangat bakti, kepedulain sosial, persatuan dan kesatuaran, persaudaran dan solidaritas, khusus bagi anggota gerakan Pramuka Banjarnegara, dan di Jawa Tengah pada umumnya serta dalam rangka menyemarakan 55  tahun Gerakan Pramuka dan HUT RI ke 71.
“Jumlah pasukan ETK 2016 adalah 61 orang. Terdiri dari  1 orang pemimpin pasukan, 1 orang pembawa spanduk, 14 orang pembawa Bendera Merah Putih, 14 orang pembawa Bendera Pramuka, 14 orang pembawa Bendera dan Pataka ETK, 8 orang pembawa Tunas Kelapa, dan 8 orang pembawa pesan kesan Mabicab, pesan kesan Mabiran, Bendera Morse, dan 4 orang pembawa tongkat pramuka” katanya.
Dalam rangka menyambut ETK Kwarda Jateng ini, lanjutnya, Kwarcab Banjarnegara telah terlebih dahulu melaksanakan ETK secara serentak mulai tanggal 30 Agustus hingga 1 September 2016. Kegiatan dilaksanakan di empat titik start yaitu di Kwaran Pandanarum, Kwarran Batur, Kwarran Punggelan, dan Kwarran Sigaluh. Seluruh pasukan ETK Kwarcab Banjarnegara dari empat titik tersebut, pada akhirnya mengerucut menjadi dua pasukan.
“Dua pasukan ini yang mendampingi pasukan ETK Kwarda Jateng dari Susukan menuju penyemayaman di Desa Mertasari, Purwonegoro. Yang untuk selanjutnya, pada hari Jumat ini ETK dilanjutkan menuju ke wilayah Kebumen dengan melewati rute Desa Kalitengah, masih di kecamatan Purwonegoro” katanya. (**--eko br)

Baca Juga